Perayaan "Victory Day" di Rusia
edit

Perayaan "Victory Day" di Rusia

Jika Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus, Rusia merayakan "день победы" atau Hari Kemenangan setiap tanggal 9 Mei. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Kemenangan bagi warga Rusia karena pada tanggal ini di tahun 1945, tentara Uni Soviet berhasil mengalahkan tentara Nazi Jerman. 

Setiap tahunnya di tanggal 9 Mei akan diadakan berbagai parade khusus hampir di semua kota di Rusia, termasuk Kota Tyumen. Di kota yang terletak di kawasan SIberia ini, dari pagi hari sekitar pukul 7, warga sudah berkumpul untuk menyaksikan parade perayaan Hari Kemenangan. Paradenya sendiri diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, veteran, anak-anak, keluarga korban saat perang, dan masih banyak lagi. Paradenya pun berjalan sangat meriah, dan juga penuh warna, warga menggunakan berbagai kostum dan atribut yang berkaitan dengan perang, tidak kalah heboh juga berbagai kendaraan yang digunakan oleh warga, ada beberapa orang yang menggunakan tank baja!
Read More....
Indonesia Versus Rusia
edit

Indonesia Versus Rusia

Thread khusus soal hal-hal yg buat kita biasa aja, tapi buat orang Rusia itu WOW bgt ~\
(Kumpulan dari twitter)

1. "Di Indo sepanjang tahun kita bisa liburan ke pantai/danau"

Org Rusia cuma bisa mantai sekitar 5 bulan, 7 bulan sisanya pantai sama danau berubah jadi es atau cuaca tidak mendukung

2. "Di Indo kalau suhu sekitar 25°C , org2 udah ngerasa dingin"

Org Rusia teriak kegirangan kalau suhu sampe 20°C, akhirnya mereka merasakan panas ~

3. "Org Indo biasa makan nanas, mangga, kelapa. Murah dan gampang nyarinya"

buat org Rusia buah2 itu termasuk buah mewah, 1 potong harganya sampe 30 rb bahkan ratusan ribu rupiah

Read More....
Panduan Kuliah di Kota Tyumen, Rusia
edit

Panduan Kuliah di Kota Tyumen, Rusia

Akhirnya selesai sudah masa Fakultas Persiapan dimana saya belajar Bahasa Rusia, Kimia Dasar, Matematika Dasar, dan Fisika Dasar (dalam Bahasa Rusia juga!). Saya belajar di Tyumen State University dari akhir bulan Oktober sampai akhir bulan Mei, kurang lebih 7 bulan. Dalam tulisan kali ini saya ingin bercerita soal bagaimana sistem belajar di Rusia secara umum, dan tentu saja khususnya di Kota Tyumen. Semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan bagi teman-teman yang akan atau pun yang ingin melanjutkan kuliah di Rusia.

Beasiswa
Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Federasi Rusia akan terbebas dari biaya kuliah, jika tanpa beasiswa uang kuliahnya bisa mencapai 30 juta sampai ratusan juta rupiah (tergantung universitas dan fakultasnya). Mahasiswa pun akan mendapatkan uang jajan bulanan dari pemerintah. Di kota Tyumen, mahasiswa akan mendapatkan 2000 Ruble setiap bulan (kurang lebih Rp 450.000). Apakah cukup? Tentu saja tidak! Setidaknya kita akan menghabiskan sekitar 1 juta rupiah setiap bulan, kalau kamu tidak suka memasak dan suka makan di kafe atau restoran ditambah pergi ke klub malam, bisa jadi pengeluaranmu akan mencapai 3 juta. Walau pun bebas biaya kuliah tapi tetap perlu persiapkan dana untuk tempat tinggal (wajib) dan asuransi (optional). Di kota lain ada yang uang jajan bulanannya mencapai 3000 Ruble, setiap kota berbeda. Nanti universitas akan memfasilitasi mahasiswa untuk membuat rekening bank Rusia. Uang jajan bulanan akan di transfer di minggu ke-4 setiap bulan.


Read More....
Bandung vs Tyumen
edit

Bandung vs Tyumen

Ada sebuah pemandangan menarik di Kota Tyumen, yaitu The Bridge of Love atau Jembatan Cinta. Hal ini menarik bagi saya, karena jembatan ini memiliki bentuk yang mirip dengan Jembatan Pasupati di Kota Bandung, kota kelahiran saya. Walaupun bentuknya mirip, tetapi dari segi ukuran sangat berbeda jauh, jika Jembatan Pasupati di Bandung dijadikan salah satu penopang di fly over atau jalan layang, Jembatan Cinta di Tyumen diperuntukkan bagi para pejalan kaki yang ingin berwisata.

Saya selalu teringat Kota Bandung setiap saya melihat Jembatan Cinta Tyumen ini. Bagi saya, tinggal di Kota Tyumen merupakan satu pengalaman yang sangat berharga. Kehidupan di Kota Tyumen bisa dikatakan 180 derajat berbeda dengan kehidupan di Kota Bandung. Mulai dari cuaca, penduduk, budaya, dan lainnya benar-benar jauh berbeda.

Pertama dari jumlah penduduk, seperti yang kita tahu bahwa Kota Bandung adalah kawasan Kota Metropolitan terbesar kedua di Indonesia, setelah Jabodetabek. Jumlah penduduk Kota Bandung pun merupakan yang terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Tahun 2015 diperkirakan jumlah penduduk Kota Bandung adalah sekitar 2,5 juta jiwa, sementara Kota Tyumen hanya sekitar 700 ribu penduduk. Beda jauh kan?
Read More....
Welcome Greetings From Siberia
edit

Welcome Greetings From Siberia

It’s been almost 6 months I live in Tyumen City. The first day when I came here, it was October, the temperature was 0oC, and I was like: “What the heck! Zero degree! Am I living inside the refrigator???". I really wanted to find a genie and ask him to transform me into a bear so I could hibernate and sleep during the terrible winter. But then, I realized something, 0oC is not that cold, in January and February the temperature was about -30oC until -45oC. Yeah, minus, I ain’t kidding. It’s just like a greeting from Russia, “Welcome to Siberia!”.

Spring finally came in March. In the end of February, we did a Russian folk tradition, we was burn a beautiful doll called “Maslenitsa”. We sang, we danced, we prayed, and we ate traditional foods. Russian do this tradition as the farewell for Winter and the welcome greeting for Spring. Yeah, finally, Spring!

After that time, I really hope that our “ritual” will work, and the snow will stop haunting us. But no, our relationship with snow has not finished yet. In the end of March and early April, they came again. They even came with the larger number of armies! The streets and trees became snowy again. I hate this, because in the next days, it would be muddy, muddy, and muddy everywhere! My friend once said to me that in Russia, winter will be 9 months, and the 3 months will be summer. I believe it now.

Read More....
Festival Maslenitsa Mahasiswa TSU
edit

Festival Maslenitsa Mahasiswa TSU

Pada hari Minggu tanggal 26 Februari 2017, mahasiswa internasional dari Tyumen State University melaksanakan sebuah festival yang dikenal dengan nama "Maslenitsa". Acara ini merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat di Rusia. Tujuan dari acara ini adalah sebagai bentuk penyambutan terhadap datangnya musim semi, dan salam perpisahan untuk musim dingin.

Maslenitsa sendiri sebenarnya adalah nama dari boneka yang didandani sedemikian rupa hingga terlihat cantik. Pada acara ini, boneka Maslenitsa akan dipajang ditengah lapang, lalu orang-orang akan berputar mengelilingi boneka tersebut sambil bernyanyi dan memanjatkan doa. 

Pada awalnya, Maslenitsa ini merupakan sebuah tradisi dari Kaum Pagan. Dalam mitologi Bangsa Slavic, Festival Maslenitsa ini didedikasikan untuk Volos, Dewa Bumi, air, dan hutan. Namun kemudian Maslenitsa ini menjadi salah satu bagian dari tradisi Umat Kristen Orthodox di Rusia. Biasanya acara ini dirayakan setiap 8 minggu menjelang Hari Paskah.

Read More....
Komunikasi Jenaka Antar Bangsa
edit

Komunikasi Jenaka Antar Bangsa

Saya bersyukur karena memiliki beberapa teman yang berasal dari berbagai negara. Tentu saja berkomuikasi dengan mereka tidak semudah berkomunikasi dengan teman dari Indonesia. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, karena beda negara, tentu saja beda budaya, dan beda bahasa. Jika perbedaan ini disikapi sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka bisa jadi itu adalah sebuah kelucuan. Termasuk perbedaan dalam bahasa, seperti:

1. Beberapa kata dalam Bahasa Rusia mirip dengan Bahasa Sunda. Misalnya "Это" (dibaca Eta), ini merupakan kata tunjuk yang kurang lebih artinya adalah "Itu" atau "That is". Lalu "Чай" (dibaca Cai) artinya adalah "Air Teh". Jadi kalau ada orang Rusia yang bilang "Eta cai", artinya sama seperti "Itu Air Teh", kalau orang Sunda yang bilang artinya jadi "Itu Teh Air".

2. Nama "Komar" merupakan salah satu nama yang umum di Indonesia, sebenarnya kata ini merujuk pada Bahasa Arab yang berarti "bulan", tetapi lain hal kalau di Rusia, "komar" (ditulis Комар) justru mempunyai arti sebagai "nyamuk".

3. Dalam Bahasa Rusia, kata "Suka" (ditulis Сука) mempunyai makna yang negatif, yaitu "bitch". Jadi jika ada orang Rusia yang mengatakan "aku suka kamu" bisa jadi itu artinya adalah "Im your bitch".

Read More....
Mimpi Kuliah di Luar Negeri
edit

Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Akhirnya salah satu cita-cita saya bisa terlaksana juga. Bisa menempuh pendidikan di luar negeri. Mungkin sekarang hal ini sudah biasa saja, tapi jujur saja, bagi saya ini adalah sesuatu yang istimewa. Di kampus saya sebelumnya, saya hanyalah mahasiswa biasa, tidak lulus dengan IPK cumlaude, tidak pernah mengikuti olimpiade sains, tidak pernah mengikuti lomba karya tulis, menjadi asisen dosen, atau hal lain yang bisa dibanggakan.

Kala itu saya hanya mahasiswa yang datang tepat waktu, ya, tepat waktu dalam artian benar-benar “pas”, bahkan kadang terlambat, eh sering deh. Di kelas pun saya sering tertidur. Sehingga ketika teman-teman saya mendapat kabar bahwa saya mendapat beasiswa untuk lanjut kuliah di luar negeri, tidak sedikit dari  mereka yang tidak percaya.
Read More....
Ulang Tahun ke-23 di 2 Benua dan 3 Negara
edit

Ulang Tahun ke-23 di 2 Benua dan 3 Negara

Ulangtahun saya kali ini adalah ulangtahun yang istimewa. Tepat pada tanggal 26 Oktober tahun ini saya tiba di Kota Tyumen’, Russia. Bukan tanpa tujuan, saya pindah dan tinggal di kota ini untuk melanjutkan pendidikan saya. Tahun ini saya sangat beruntung karena mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Federasi Rusia untuk melanjutkan kuliah S2. Namun, sebelum saya bisa melanjutkan kuliah program master, saya perlu mengikuti kuliah persiapan Bahasa Rusia atau dikenal juga dengan istilah Podfak.

Saya setuju dengan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “kebahagiaan datangnya satu paket dengan kesedihan”. Sehari sebelum saya tiba disini saya harus berpisah dengan orangtua, saudara, dan teman-teman saya, entah kapan akan bertemu lagi, tidak ada yang tahu.
Read More....
Beasiswa Pemerintah Federasi Rusia
edit

Beasiswa Pemerintah Federasi Rusia

Beasiswa ini adalah sebuah program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Federasi Rusia kepada mahasiswa dari berbagai Negara di belahan dunia, termasuk Indonesia. Tahun 2016 ini Indonesia mengirimkan sekitar 140 mahasiswanya untuk melanjutkan pendidikan di Negeri Beruang Merah, dan ini adalah jumlah terbanyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Beasiswa ini mencakup program S1, S2, S3, dan Spesialisasi.

Ada banyak “jalur” yang bisa diambil oleh mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa pendidikan di Rusia. Calon mahasiswa bisa mendaftar melalui Pusat Kebudayaan Rusia (PKR), Pusat Orietasi Rusia Indonesia (PORIN), Pemerintah Provinsi setempat (seperti Kalimantan Timur, Bali, Irian Jaya), atau pun daftar mandiri langsung ke kampus tujuan.

Read More....
Russian Handwriting alias Tulisan Tangan Kiril Bahasa Rusia
edit

Russian Handwriting alias Tulisan Tangan Kiril Bahasa Rusia

Jangan dulu senang jika kamu sudah mulai bisa membaca Aksara Kiril di artikel sebelumnya.... karena sebenarnya Orang Rusia lebih senang menulis dengan cursive atau tulisan sambung. Tulisan cetak ini biasanya hanya ditemukan pada media-media seperti tv, koran, dll. Sebenarnya dalam keseharian mereka, Orang Rusia lebih senang menggunakan tulisan sambung karena dinilai lebih efektif dan praktis. Jadi bagi kalian yang hendak melanjutkan pendidikan di Rusia, menulis dan membaca Russian Cursive adalah sebuah kewajiban. Tapi tentu saja untuk mempelajarinya, kita butuh perjuangan ekstra, ya, ditambah kesabaran dan ketelitian ekstra juga, karena beberapa huruf akan terlihat sama saat ditulis dalam tulisan sambung. Nah lho! Contohnya seperti ini:

Read More....
Tata Cara dan Aturan Membaca Aksara Kiril
edit

Tata Cara dan Aturan Membaca Aksara Kiril

Setiap bahasa pasti memiliki tata cara dan aturan masing-masing. Satu sisi hal ini memang menjadi sesuatu yang bisa membuat pelajar bahasa tersebut kebingungan, tapi jika kita lihat lebih jauh hal ini justru menjadi satu keindahan tersendiri yang menggambarkan karakter bahasa tersebut. Dan berikut adalah tata cara dan aturan dalam Aksara Kiril Bahasa Rusia:


Read More....
Mengenal Aksara Kiril Rusia
edit

Mengenal Aksara Kiril Rusia


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Negara Rusia menggunakan Aksara Cyrillic atau Kiril untuk menulis. Aksara Kiril ini adalah pengembangan dari sistem aksara yang berasal dari pengembangan Aksara Glagolitik yang diciptakan oleh St. Cyril dan Methodius pada abad ke-9. Sebenarnya bukan hanya Rusia saja, tetapi masih ada lima negara lain yang menggunakan Aksara Kiril dalam berbahasa, diantaranya adalah: Belarusia, Bulgaria, Makedonia, Serbia dan Ukraina. Walaupun dari keenam negara tersebut masing-masing memiliki perbedaan, setidaknya kita bisa lebih aman untuk tinggal atau pergi ke negara-negara tersebut jika kita bisa menguasai Aksara Kiril. Selain itu juga ada beberapa negara yang menggunakan Aksara Kiril, walaupun bukan aksara resmi di negara tersebut, misalnya Mongolia, Kirgiztan, Tajikisan, dll.

Read More....
Kematian Gajah Yani Salah Siapa?
edit

Kematian Gajah Yani Salah Siapa?


Okay, mari kita biasakan membaca, jangan jadi orang yang baru baca langsung koar-koar seolah tau segalanya. Soalnya saya kasian sih sama orang-orang yang gampang terprovokasi, bisa internetan tapi malah bikin bego. Baru baca judu artikel, belum isinya, eh udah di share. Mohon ralat juga apabila ada kesalahan ya.

Lihat deh, setelah kasus Gajah Yani yang mati di Kebun Binatang Bandung ini langsung banyak yang koar-koar "Tutup aja Kebun Binatang Bandung! bla bla bla". Saya pengen nanya deh ke mereka, kalau ini bonbin ditutup satwa-satwanya mau dipindah kemana? Paling mereka cuma jawab "hmm ya gatau itu bukan urusan kita". Yaelah.
Read More....
Menjadi Relawan Orangutan di Kalimantan (bagian2)
edit

Menjadi Relawan Orangutan di Kalimantan (bagian2)

Desa Merasa ini terletak di KM 37 Kabupaten Berau, dan melanjutkan perjalanan sekitar 14 KM lagi. Untuk menuju ke desa itu membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Pusat Rehabilitasi Orangutan COP. Pengambilan foto dan video ini dimaksudkan untuk membuat sebuah film documenter yang akan ditayangkan di acara Meja Panjang. Acara Meja Panjang ini merupakan acara adat rutin yang dilakukan oleh Suku Dayak di Desa Merasa dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru.

Pada awal Desember 2015 COP mendapat laporan ada orangutan baru yang keluar dari hutan dan dibawa ke BKSDA Tenggarong. COP diminta untuk membantu merescue orangutan tersebut. Saya dan Indira bersama Satria, Fenicia, dan Dokter Imam melakukan perjalanan ke Tenggarong. Seperti sebelumnya, perjalanan dilakukan melalui jalur darat. Sesampainya di Tenggarong, kami berlima membagi tugas. Satria, Fenicia, dan Dokter Imam bertugas untuk membawa orangutan dari Tenggarong, sementara saya dan Indira bertugas ke Muara Kaman untuk melakukan survei awal melihat kondisi Cagar Alam Muara Kaman yang akan dijadikan tempat pelepasliaran orangutan yang ada di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP di Hutan Labanan.

Read More....
Menjadi Relawan Orangutan di Kalimantan (bagian 1)
edit

Menjadi Relawan Orangutan di Kalimantan (bagian 1)

Hari itu langit cukup gelap. Keterlambatan pesawat membuat ruang tunggu bandara pengap. Kala itu Pulau Kalimantan masih bertarung melawan kabut asap. Apapun yang terjadi kami harus siap.

Nama saya Didan, pada tanggal 26 September 2015 saya memulai petualangan saya ke Pulau Kalimantan. Saya tidak sendirian, saya ditemani partner saya, Indira. Tujuan kami ke Kalimantan bukanlah hanya untuk liburan, lebih dari itu, kami hendak menjadi relawan dan melakukan penelitian di sebuah tempat rehabilitasi orangutan di Hutan Labanan.

Penerbangan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Pesawat yang kami tumpangi terlambat hampir dua jam, tapi itu tidak membuat semangat kami padam. Butuh waktu sekitar dua jam di atas awan sampai akhirnya kami mendarat di Pulau Kalimantan. Setelah sampai di Bandara Syamsudin Noor, kami melanjutkan perjalanan menuju taman kota Banjarbaru menggunakan taksi.

Read More....
Strata Kerbau di Toraja
edit

Strata Kerbau di Toraja

Strata sosial dalam masyarakat Toraja memang dibedakan antara kaum bangsawan dan budak. Tapi ternyata strata sosial itu tidak hanya berlaku pada manusaia. Suku Toraja pun membuat strata sosial bagi kerbau. Ya, kerbau bagi masyarakat Toraja memang termasuk hewan sacral dan disucikan. Dalam memandang kerbau, masyarakat Toraja memiliki persepsinya masing-masing. Selain memiliki strata dalam status sosial, masyarakat Toraja pun memiliki strata tersendiri dalam memandang kerbau, adapun strata itu yakni:

Read More....
Upacara Adat di Toraja
edit

Upacara Adat di Toraja

      Secara garis besar masyarakat Tana Toraja melakukan dua macam upacara adat, yaitu Upacara Rambu Solo dan Upacara Rambu Tuka’. Masig-masing upacara memiliki tujuan dan aturan yang berbeda. Seperti Upacara Rambu Solo diperuntukkan bagi acara kematian sedangkan Upacara Rambu Tuka’ diperuntukkan bagi acara kelahiran. Setiap upacara pun memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, namun pada intinya masyarakat disana tetap menggunakan kerbau sebagai instrument utama dalam setiap upacara. Kerbau ini digunakan sebagai persembahan yang akan disembelih dan kemudian dagingnya dikonsumsi oleh masyarakat disana dan tanduknya dipajang di rumah mereka sebagai bukti bahwa mereka sudah melakukan kegiatan upaca yang secara otomatis meningkatkan status sosial mereka di masyarakat. Kelompok masyarakat yang termasuk kelas atas dan memiliki peran serta status sosial tinggi di masyarakat Toraja akan mengadakan upacara yang lebih mewah dengan nilai jual kerbau yang tinggi.

1. Rambu Solo
            Rambu Solo adalah suatu prosesi pemakaman masyarakat Tana Toraja, yang tidak seperti pemakaman pada umumnya. Melalui upacara Rambu Solo inilah terlihat bahwa masyarakat Tana Toraja sangat menghormati leluhurnya. Prosesi upacara pemakaman ini  terdiri dari beberapa susunan acara. Dimana dalam setiap acara tersebut terlihat nilai-nilai kebudayaan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Tana Toraja.
            Secara garis besar upacara pemakaman terbagi kedalam 2 prosesi, yaitu Prosesi Pemakaman (Rante) dan Pertunjukan Kesenian. Prosesi-prosesi tersebut tidak dilangsungkan secara terpisah, namun saling melengkapi dalam keseluruhan upacara pemakaman.
            Prosesi Pemakaman atau Rante tersusun dari acara-acara yang berurutan. Prosesi Pemakaman (Rante) ini diadakan di lapangan yang terletak di tengah kompleks Rumah Adat Tongkonan. Acara-acara tersebut antara lain :
  • Ma’Tudan Mebalun, yaitu proses pembungkusan jasad
  • Ma’Roto, yaitu proses menghias peti jenazah dengan menggunakan benang emas dan benang perak.
  • Ma’Popengkalo Alang, yaitu proses perarakan jasad yang telah dibungkus ke sebuah lumbung untuk disemayamkan.
  • Ma’Palao atau Ma’Pasonglo, yaitu proses perarakan jasad dari area Rumah Tongkonan ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian.
Read More....
Pasar Terapung Banjarmasin Yang Kian Prihatin
edit

Pasar Terapung Banjarmasin Yang Kian Prihatin

Pasar Terapung Kuin merupakan salah satu destinasi terkenal yang berada di Desa Alalak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar Terapung ini memiliki ciri khas dimana penjual menjajakan dagangannya di atas perahu. Transaksi jual beli juga berlangsung di atas perahu. Pasar Terapung berada di sepanjang tepi Desa Alalak yang dilalui oleh Sungai Martapura. Pengunjung dapat membeli dengan cara menyewa perahu klotok ataupun memanggil penjual untuk mendekatkan perahunya dari tepi sungai. Pasar Terapung Kuin berlangsung setiap hari setelah Subuh hingga pukul 07.00 WITA namun kawasan ini jauh lebih ramai pada akhir pekan.


Read More....
Makam Tebing di Kalimantan
edit

Makam Tebing di Kalimantan

Mungkin kita sudah tidak asing dengan cerita mengenai pemakaman Suku Toraja, Sulawesi. Jenazah dari sanak famili mereka tidak mereka kuburkan, melainkan mereka simpan diatas tebing. Ternyata tradisi seperti ini pun ditemukan di Kalimantan.

Berlokasikan di Desa Merasa, Berau, kalimantan Timur. Desa ini merupakan salah satu pemukiman dari Suku Dayak. Di desa ini ada sebuah sungai bernama Sungai Kelay, dimana di tepi-tepi sungai ini terdapat beberapa tempat bersejarah.

Ada beberapa tebing di tepi sungai tersebut yang memiliki gua, dimana di dalam gua tersebut terdapat berbagai peninggalan orang-orang terdahulu mereka. Ada banyak peti mati yang terbuat dari kayu di gua tersebut. Beberapa peti mati dilengkapi ukiran yang berbentukj menyerupai monyet sedang bergelantungan. Di gua ini pun terdapat beberapa peninggalan lain seperti tombak, dayung, dan peralatan lain.

Sayangnya sudah banyak peninggalan yang hilang akibat ulah-ulah manusia tak bertanggung jawab. Ditambah lagi hanya ada sedikit orang yang mengetahui mengenai asal usul makam ini. Pak Andreas, salah satu tetua di Desa Merasa, berkata "saya tidak banyak mengetahui mengenbai sejarah makam itu, yang saya tahu orang-orang yang dimakamkan diatas gua tersebut adalah mereka yang mati pada saat musim panen, karena jenazah mereka tidak boleh dikuburkan dalam tanah".