edit

Ciremai, Si Cantik yang Mistik

Sore mereka terbuat dari rasa harap harap cemas menunggu elf menuju Majalengka. Saksi bisu kecemasan mereka adalah rumah makan padang tempat mereka menunggu, jika rumah makan itu tidak bisu, dia pasti sudah tertawa terbahak melihat mereka. Tingkah mereka sudah tak karuan! Ada yang ngelamun, ngemil, tidur, hujan-hujanan, bahkan ada yang sampai godain orang. Mereka disini adalah enam orang anggota Unit Kenal Lingkungan (UKL) dan satu lagi adalah bukan, jadi mereka adalah tujuh. Kalau mau tau, tujuh orang tersebut bernama Didan, Rizqa, Iwa, Bill, Gandi, Rega, dan Ventus.

Oh iya lupa bilang, mereka ini hendak menuju ke Gunung Ciremai. Secara administratif Gunung ini terletak diantara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Majalengka. Ketinggian 3.078 meter diatas permukaan laut menjadikan gunung ini sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Tujuan mereka ke Gunung Ciremai ini adalah untuk sebagai persiapan mereka ke Gunung Tambora, untuk latihan fisik, latihan navigasi darat, dan mengenal gunung tipe stratovolcano.

"Stratovolcano, juga dikenal sebagai gunung berapi komposit, ialah pegunungan (gunung berapi) yang tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras" - Om Wikipedia

Setelah sekitar satu jam menunggu, sekitar maghrib, akhirnya elf yang mereka tunggu pun datang juga. Mereka teriak kegirangan, sampai mereka sadar bahwa elf tersebut sudah penuh. Mereka sadar kalau mereka ada tujuh orang. tapi mereka juga sadar, susah untuk mendapat elf yang menuju ke Terminal Maja di Majalengka. Mereka kebingungan, ada elf galau, ga ada elf apalagi, tapi knek (kondektur) elf ini tidak tinggal diam. Dia bergegas melobi kami dan meyakinkan kami bahwa elf itu masih muat untuk tujuh orang. Yaa, apa boleh  buat mereka bertujuh pun mencoba dulu.

"Bu geseran ke sebelah sana sedikit lagi" ,"Pa itu kursinya bisa buat empat orang" ... ya, begitulah kira-kira knek itu memperjuangkan mereka (lebih tepatnya memperjuangkan ongkos-ongkos dan uang yang akan diterima dari mereka) Hampir 10 menit knek itu mengatur strategi dan formasi agar elf itu bisa menampung para pendaki itu.

Beginilah kira-kira formasinya:

- Rega : duduk di depan bersama tiga orang lainnya (jadi di depan elf itu ada empat orang termasuk supir)

- Iwa dan Rizqa : berdiri deket knek di lawang pintu elf

- Bill : duduk berdesakan di deket pintu

- Didan : duduk di antara nenek-nenek dan orang gendut yang pelit berbagi kursi (bisa dibilang sih jongkok)

- Gandi dan Ventus : duduk di atas elf bersama carriel-carriel mereka yang diikat di atas elf


Menyedihkan memang, mereka harus tetap dalam kondisi seperti itu sampai beberapa jam ke depan. Saat ada penumpang yang turun adalah saat-saat yang membahagiakan bagi mereka. Satu persatu penumpang pun turun, sampai akhirnya mereka bertujuh bisa duduk nyaman di dalam elf itu. Melelahkan, mereka pun ngemil dan sesekali tidur sampai akhirnya elf sampai di Terminal Maja jam 20.50 WIB, hampir tiga jam mereka di elf itu.

Turun dari elf itu adalah surga tersendiri bagi mereka, mereka pun melakukan stretching untuk memulihkan otot-otot mereka yang pasti tersiksa selama perjalanan di ellf, dilanjut dengan makan disebuah tempat makan sederhana berbentuk seperti angkringan. Mereka makan seperti orang yang baru beres survival berhari-hari di tengah hutan, rakus! Pedahal mulai mendaki aja belum.

Malam itu mereka habiskan dengan bersantai ria diselipi sedikit briefing dan persiapan untuk pendakian ke Gunung Ciremai esok pagi. Oh iya, mereka beristirahat di sebuah Mushola dengan ukuran sekitar  4 x 4 meter, yang dilengkapi WC yang kurang bersih, bukan masalah sih. Walaupun mereka tau mereka harus bangun besok pagi, tapi tetap saja mereka begadang, ya tapi begadang mereka itu ada gunanya, sepanjang malam mereka memasak, menyiapkan peta, dan juga membagi jadwal piket untuk jaga barang di malam hari.   Mereka bergantian piket setiap dua jam sekali, dan kalau dihitung-hitung setiap orang hanya  jatah tidur sekitar empat jam. Lumayanlah ~
Read More....
edit

Stupid Backpacker (Edisi Jogja)

Stasiun kereta api lagi. Stasiun Kereta Api Bandung tepatnya. Mereka sudah disana sejak pukul 17.27 WIB (Waktu Indonesia Barudak). Mereka disini mengarah pada tiga orang pemuda yang sudah bersahabat dari masa SMA; Didan, Dicky, dan Qibul. Katanya sih pada mau ke Jogja, backpackeran. Tapi masa backpackeranya pake kereta bisnis sih, mahal, harganya empat kali lipat harga tiket kereta ekonomi. Pfft. Suruh siapa ngedadak sih. Hobi banget ngedadak. Masa besoknya mau berangkat, eh sore nya baru beli tiket. Tapi gak apa apa lah, prinsip mereka kan "waktu buat bisa maen bareng lebih susah dicari daripada uang". (Ah, nyari uang apaan, orang pada minta ke orang tua nya).

Ada waktu sekitar tiga jam untuk menunggu kereta datang menjemput mereka dan orang-orang yang mempunyai karcis yang sama dengan mereka, masih lama. Oh iya, mereka pergi ke stasiun diantar oleh supir pribadi mereka, Aris. Dia tadinya mau ikut, tapi karena ada job nyupir lain, jadi aja gak ikut. Mereka memulai petualangan mereka dengan belanja di mini market di dalem stasiun, dilanjut dengan makan di rumah makan padang deket stasiun. Ah, perut terus yang mereka urusin, mungkin karena ada siluman perut disitu, si Qibul.

Suasana saat itu sungguh riang gembira, adil dan makmur, juga nyaman serta tenteram, rasa-rasa nya bau nasi kucing sudah menggerayangi mereka. Namun ke-riang gembira, adil dan makmur, juga nyaman serta tenteram-an itu pun tiba-tiba sirna saat sebuah panggilan masuk ke dalam handphone Qibul. Ternyata itu panggilan dari pacarnya!

Qibul mulai menjauh dari teman-temannya, mencari tempat yang lebih hening untuk mengobrol, lama, Qibul ga balik-balik lagi. Temannya yang lain pun mencari Qibul karena penasaran. Muka Qibul nampak tegang, memerah, dan keringat dingin. Kelihatanya sih dia lagi berantem sama pacarnya, ternyata emang iya lagi berantem. Kasian, badan besar memang tidak menjamin seseorang itu tangguh, seperti Qibul, terlihat tangguh pedahal mah rapuh. Uuuuhh.

Sudah hampir setengah jam Qibul ngegumel di handphone nya, belum juga beres juga, Didan pun datang menghampiri. Didan menyuruh Qibul shalat dulu, panggilan diambil alih oleh Didan. Tapi taunya Didan yang mencoba menenangkan malah ikut dimarahi pacarnya Qibul, gimana ga kesel meureun ya. Teleponnya ga mau ditutup sama pacarnya Qibul, udah aja Didan puterin lagunya Last Child yang judulnya Pedih ke pacarnya Qibul lewat telpon, niatnya sih biar tenang dulu, itung-itung nada tunggu lah. Eh, taunya tambah marah pemirsaaa!!

Telepon pun kembali diambil alih oleh Qibul, setelah Shalat muka Qibul nampak lebih terang, seterang lampu OSRAM (yang bintang iklannya itu Drakula hihi). Setelah sekian lama komat kamit di telepon lagi akhirnya Qibul beres juga teteleponanya. Yang lain pun penasaran dengan apa yang terjadi diantara Qibul dan pacarnya. Ternyata Qibul lupa kalau hari itu dia punya janji buat ketemu sama pacarnya itu, ah dasar, ternyata badan besar juga tidak menjamin ingatan kuat. Tapi gak apa-apa untungnya, perjalanan  ke Jogja pun tetep jadi.

Jarum pendek jam pun sudah berada ditengah angka 8 dan 7. Ini berarti sebentar lagi kereta akan datang menjemput mereka. Mereka akhirnya masuk ke ruang tunggu stasiun, takut ditinggalin kayanya. Tapi sebelum masuk, mereka belanja makanan lagi, dasar. Akhirnya setelah beberapa lama menunggu, kereta pun datang. Mereka naik kereta dengan tertib dan lancar, tidak seperti di film 5 cm, yang sampai si gendutnya harus lari-lari dulu buat ngejar kereta yang udah maju. Yang paling gendut diantara mereka itu adalah si Qibul, kebayang aja kalau si Qibul yang ngejar ngejar keretanya kaya si Ian di film 5 cm. Untungnya waktu itu mereka belum tau tentang 5 cm, jadi intinya ini ga penting.

Petualangan pun dimulai. Tidak ada hal yang benar-benar seru atau pun menarik selama di kereta bisnis. Yang menarik hanya satu, si Kondektur yang 'menarik', menarik karcis kereta dari para penumpang. Fyuuh. Selama di kereta itu, mereka hanya diam, ketawa-ketawa, dan bergeje ria, tapi lebih banyaknya sih tidur. Qibul juga kelihatannya masih galau, mungkin karena dua hal, mikirin pacarnya atau mikirin perutnya yang laper.

Setelah lebih kurang delapan jam duduk, akhirnya mereka sampai juga di Stasiun Tugu, Jogjakarta...

Hari ke-1 di Jogja

Turun dari kereta, mereka langsung melakukan ritual yang sudah umum dilakukan orang-orang saat turun dari kereta, ke toilet. Ditambah sedikit peregangan otot-otot yang kebanyakan disfungsi selama di kereta. Ternyata, hari masih subuh. Oh iya, ini kan kereta bisnis, bukan ekonomi, jadi datengnya sesuai jadwal, ga kaya ekonomi yang suka nunggu kereta lain. Pada akhirnya mereka mencari mesjid dulu buat ngecas sekalian Shalat, eh kebalik, buat Shalat sekalian ngecas.
Read More....
edit

Pengibaran "Sang Saka" di Puncak Cikuray

Cerita ini adalah cerita based on a true story dari tiga orang pemuda haus cinta ketinggian asal Bandung, lebih spesifiknya lagi SMAN 24 Bandung, sebut saja mereka Didan, Dicky, dan Toro. Tapi sebelum masuk ke inti cerita, kita baca dulu biografi super singkat mereka....

Didan
Bercita-cita kuliah di Jurusan Pertambangan dan sekarang sedang berkuliah di Jurusan Peternakan (nah loh?). Hobi mendaki hati gunung, di kampusnya aktif berorganisasi. Dia juga mengikuti sebuah organisasi pecinta alam, tetapi daripada disebut 'pecinta alam', dia lebih senang disebut 'penikmat alam', karena nama pacarnya bukan alam (nah loh lagi?)

Dicky
Bercita-cita kuliah di ITB dan sekarang sedang melanjutkan kuliah di IT-nas (ga beda jauh lah ya haha). Baru sekali mendaki gunung, tapi itu juga langsung ke Gunung Lawu di Jatim. Dia punya dua misi utama dalam petualangan ini: 1. Ngetes carriel barunya ; 2. Mau ngucapin happy birthday buat pacarnya di atas puncak gunung. Bisa dibilang so-sweet sih, tapi lebih pantes dibilang so-banget.

Toro
Kuliah di UPI (Universitas Pendakian Pendidikan Indonesia). Motto hidupnya adalah "jangan sampai kuliah mengganggu main", karena yang dia ceritakan selama kuliah sih kebanyakan tentang mainnya, main ke pantai ini lah... naik ke gunung itu lah.... ya pokonya mah main lah. Oh iya, pengalaman pendakian Toro adalah yang paling banyak diantara mereka bertiga.

Oke cukup sekian dulu biografi super singkatnya, langsung aja kita ke ceritanya....

Jadi kisah ini dimulai saat negara api kejenuhan mulai menyerang mereka bertiga. Entah kenapa dan entah siapa yang memulai tiba-tiba terpikir oleh mereka untuk mendaki gunung, biasa aja sih, tapi ceritanya ini tuh lagi bulan puasa, ngedadak juga, ya maklumlah pemuda. Tadinya Didan ingin melakukan petualangan ke Bromo, disana lagi mau ada ritual Yadnya Kasada, tapi ternyata gajadi karena masalah perizinan dan perdompetan, mulailah dia mencari pelampiasan. Pada awalnya Gunung Papandayan menjadi target pelampiasannya, dan pada akhirnya Gunung Cikuray lah yang beruntung menjadi objek pelampiasan mereka.

Sekilas Info: Gunung Cikuray adalah gunung tertinggi di Garut, dan tertinggi keempat di Jawa Barat, ketinggiannya 2818 mdpl.
Singkat cerita perjalanan pun dimulai, tadinya Didan hanya akan pergi berdua bersama Dicky, tapi karena beberapa alasan (intinya sih takut sisi kehomoan Dicky kambuh), akhirnya kita pergi bertiga, ditambah Faizal a.k.a Toro. Titik Equilibrium kita adalah di Pom Bensin Al-Masoem di Cikalang, Cileunyi. Sekilas info lagi, persiapan pada waktu itu bisa dibilang masih 87,89364 % lah, tinggal beli makanan buat safety food. Perlengkapan ransum ini kita lengkapi di perjalanan, istilah kerenya sih completing by doing (kepepet). Kita berangkat ditemani dua motor peliharaan Didan dan Dicky. Oh iya, di jalan juga kita tidak lupa membeli bendera Merah Putih buat dikibarin di puncaknya gitu (biar keren ceritanya mah).

Setelah sekitar dua jam di perjalanan, kita pun sampai di Kecamatan Cilawu, disini ada desa terakhir sebelum naik ke Gunung Cikuray yaitu Desa Dayeuhmanggung. Jalur via Cilawu ini juga merupakan jalur teraman dan paling umum dilalui pendaki, dibandingkan dua jalur lainnya; Cikajang dan Bayongbong. Dari desa itu kita terus melanjutkan perjalanan dengan motor sekitar satu jam sampai akhirnya sampai di Stasiun Pemancar TV. Jalurnya koral, licin dan cukup terjal. Jangan heran kalau kalian disini ada yang jatuh.
Read More....
edit

Bandung, Barcelona van Java



Buat kalian yang suka nonton bola, khususnya  para Bobotoh dan Cules, pasti langsung ngeuh kalau liat gambar diatas. Yap, gambar itu adalah gambar hasil perpaduan lambang tim Barcelona dan Persib Bandung, nah loh? lalu apa hubungan nya?

Jadi gini gan, di artikel ini saya mau membahas tentang kemiripan-kemiripan antara Bandung dan Barcelona, yaaaaaa walaupun secara tata kota dan kesejahteraan masyarakatnya masih jauh beda sih.

Bandung misalnya, dari dulu selalu melahirkan tokoh-tokoh besar nasional. Soekarno, Natsir, Habibie, AH. Nasution, Oto Iskandar Dinata —– untuk menyebut beberapa—– lahir dari “Panggung Bandung”.   Bandung itu bagaikan Barcelona. Dalam catatan sejarahnya, Barcelona dikenal selalu berani berbeda pendapat dengan Madrid, ibukota Spanyol. Barcelona selalu berani melawan Madrid bila kebijakan ibukota Spanyol itu bertentangan dengan kepentingan umum.
 
Begitu pun dalam sepak bola, Persib Bandung adalah musuh bebuyutan tim asal ibu kota, Persija Jakarta. Hal ini tidak jauh beda dengan FC Barcelona yang juga menjadi musuh bebuyutan tim asal ibu kota Spanyol, Real Madrid. (Yaa kalau masalah skill mah jangan dibandingin lah...)

Selain dalam hal politik dan sepak bola, masih ada kesamaan antara Bandung dan Barcelona, yaitu dalam hal pariwisata. Kedua kota ini merupakan tujuan para wisatawan baik lokal mau pun asing. Keindahan alam dan arsitektur bangunan dart kedua kota ini sangat memanjakan mata para wisatawan. Namun dalam pengelolaan dan tata letak kota, tentunya Bandung masih harus belajar dari Barcelona.

Tata kota Bandung

Bandung, terlihat sangat padat

Tata Kota Barcelona

sangat rapih, seperti main game

Wooooow, dalam hal tata kota ini semua orang pasti setuju kalau Bandung masih sangat jauh dengan Barcelona. Kota Bandung terlihat sangat padat dengan kesenjangan sosial yang begitu jelas, berbeda dengan Barcelona, siapa pun yang melihat pasti kagum akan tata kota yang rapi dan indah ini.

Semoga suatu hari Bandung bisa menjadi seperti ini, Barcelona van Java :)
edit

10 Gunung Meja di Dunia

Gunung meja menurut para ahli geologi terbentuk sekitar 2 milliar tahun yang lalu. Karena letaknya yang terisolasi jauh di dalam hutan Venezuela, mereka memiliki aneka tanaman unik dan hewan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Sebuah fenomena alam yang tidak terbantahkan keberadaannya, disamping gunung - gunung yang kita ketahui selama ini. Dan berikut ini 10 Gunung Meja Di Dunia.

1. Table Mountain


Menghadap kota Cape Town, Tabel Mountain adalah yang paling terkenal dari  pegunungan meja terbaik di dunia. Fitur utama adalah tingkat dataran tinggi sekitar 3 kilometer ( 2 mil ) dari sisi ke sisi, dikelilingi oleh tebing curam. Titik tertinggi di Table Mountain adalah 1.086 meter ( 3.563 kaki ) di atas permukaan laut. Ada cable way yang mengantar penumpang ke puncak gunung dengan pemandangan menghadap Cape Town dan Table Bay di utara, dan daerah pesisir Atlantik di barat dan selatan. António de Saldanha adalah orang Eropa pertama yang mendarat di Tabel Bay. Ia menaiki gunung perkasa di 1503 dan menamakannya "Gunung Table '.

2. Mount Roraima

Gunung Roraima adalah tertinggi ( 2.772 m / 9094 ft ) dan paling terkenal di Tepui Venezuela. Karena gunung benar - benar terisolasi dari hutan tanah hampir sepertiga dari spesies tanaman hidup di Roraima berevolusi dan unik untuk dataran tinggi. Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. Ini menggambarkan pendakian gunung Roraima - seperti oleh sebuah ekspedisi untuk mencari tanaman prasejarah dan dinosaurus yang di yakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun dipuncak gunung.

3. Auyantepui

Auyantepui yang mana mempunyai arti “gunung Setan” dalam bahasa asli orang Pemon.adalah Tepui paling banyak dikunjungi di Venezuela. air terjun tertinggi di dunia, Angel Falls, turun dari celah dekat puncak Auyantepui. pemberian nama tersebut setelah setelah jatuhnya pilot Jimmie Angel yang secara tidak sengaja ditemukan jatuh pada tahun 1933. Selama perjalanan kembali pada tahun 1937, Angel pesawat kecilnya jatuh di atas Auyantepui. Ini membawanya dan krunya 11 hari untuk turun gunung.

4. Canyonlands

Cany Canyonlands di Utah timur Taman Nasional dengan pemandangan yang warna - warni terkikis menjadi tak terhitung jumlahnya, meja ngarai dan Buttes oleh Colorado dan Green River. Sungai - sungai membagi taman di beberapa kabupaten. Satu kabupaten, The Island in the Sky, fitur meja luas dan tingkat dengan pemandangan yang menakjubkan di atas negara sekitarnya.

5. Debra Damo

Debra Damo di Ethiopia utara adalah nama sebuah gunung datar dan sebuah biara abad ke - 6 yang terletak di atas. Biara, hanya dapat diakses oleh tali sebuah tebing terjal, dikenal dengan koleksi manuskrip, dan memiliki gedung gereja yang paling awal yang ada di Ethiopia masih dalam gaya aslinya. Tradisi mengklaim biara didirikan pada abad keenam oleh seorang pendeta Suriah.

6. Heroubreio

Terletak di Dataran Tinggi Islandia, Heroubreio adalah gunung api, datar curam - sisi yang terbentuk setelah lava meletus melalui gletser tebal. Semacam puncak gunung datar disebut sebuah Tuya. Karena sisi gunung yang curam dan tidak stabil, yang pendakian pertama tahun 1908 meskipun berabad - abad diketahui keberadaannya.

7. Kukenan

Kukenan dengan tinggi 2.680 meter ( 8.793 kaki ) dan lebar sekitar 3 km ( 1.9 mil ) Tepui. Hal ini terletak di dekat Gunung Tepui lebih terkenal Roraima. Kukenan lebih sulit untuk naik, jadi naik jauh lebih jarang daripada Gunung Roraima. Cuquenan Falls,air terjun tertinggi kedua di dunia, terletak di ujung selatan Tepui tersebut.

8. Mount Asgard

Gunung Asgard adalah gunung memuncak kembar dengan dua menara datar batuan silindris, dipisahkan oleh pelana. Hal ini terletak di Taman Nasional Auyuittuq di Pulau Baffin dan mungkin yang paling terkenal dari Pegunungan Baffin. Puncak ini dinamai Asgard, dunia para dewa dalam mitologi Nordik. Pada tahun 1976, stuntman Rick Sylvester melakukan BASE melompat dari gunung untuk urutan pembukaan film James Bond The Spy Who Loved Me, meskipun pengaturan fiksi adalah Alpen Austria.

9. Brown Bluff

Terletak di ujung utara Semenanjung Antartika, Brown Bluff adalah es tertutup, datar diatapi 745 meter ( 2.444 kaki ) gunung berapi tinggi dengan tebing terkemuka warna coklat kemerahan. Ini pantai di depan Brown Bluff adalah rumah bagi ribuan penguin Adelie dan Gentoo.

10. Mount Conner

Gunung Conner adalah sebuah gunung datar dan berbentuk tapal kuda. Hal ini sering disamakan dengan Uluru, karena dapat dilihat dari jalan ke Uluru dan Kata Tjuta, ketika mendekati dari Alice Springs. Wilayah Aborigin, yang menyebut gunung Artilla, mereka percaya bahwa gunung tersebut menjadi rumah icemen yang membuat cuaca dingin. 
Sungguh tak ada satu pun yang mampu menandingi kuasa-Nya :)
 sumber:
edit

Edelweiss, Oh, Edelweiss

Edelweiss, bagi mereka yang suka mendaki pasti sudah tidak asing dengan bunga ini. "Lambang Cinta Abadi", begitulah orang-orang menjulukinya. Hanya bisa kita temui di tempat-tempat dengan ketinggian diatas 2000 mdpl. Banyak pendaki yang mendaki gunung lalu memetik bunga ini untuk dikoleksi atau diberikan pada orang yang dikasihinya, tanpa sadar mereka sudah melupakan salah satu kode etik saat mendaki, "Dilarang membawa apa pun kecuali gambar". Malang sungguh nasib bunga ini, kehidupannya dirusak oleh mereka yang mengecap dirinya sebagai "Pecinta Alam", pedahal mereka tidak peduli dengan nasib alam.

Oh iya, Edelweiss berasal dari bahasa Jerman, Edel berarti mulia, dan Weiss berarti putih, bunga putih yang melambangkan kemuliaan. Selama Perang Dunia II tentara Jerman dari Divisi Infanteri Gebirgsjäger Alpine digunakan untuk mendaki gunung untuk mengumpulkan sebuah bunga Edelweiss sehingga bahwa mereka bisa memakainya di seragam mereka. 

Keistimewaan lainnya juga, Edelweiss merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus, sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Edelweiss yang hidup di Indonesia kebanyakan berjenis Edelweis Jawa (Anaphis Javanicus) adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m.

Yah memang begitulah hukum alam, semakin indah sesuatu, semakin banyak yang ingin merusaknya. Semoga kita tidak menjadi bagian dari mereka yang senantiasa mengecap dirinya sebagai pecinta alam tapi tidak peduli dengan nasib alam. Amin :D 

 
  
edit

Mitos Gunung-Gunung di Indonesia

Mendaki gunung mungkin kini sudah menjadi hal yang biasa bagi orang-orang, entah apa motivasi mereka, ada yang memang hobi, ada yang memang untuk keperluan, ada yang melakukan penelitian, dan ada juga yang hanya ikut-ikutan. Ya, apapun alasan mereka mendaki, ada satu hal yang pasti, kita harus tetap menjaga etika, sadar bahwa alam adalah bukti kebesaran Tuhan, jangan meremehkan!

Secara umum kita pasti sudah tau, apa yang tidak boleh kita lakukan ketika mendaki. Membuang sampah sembarangan, buang air sembarangan, berkata-kata kasar, merusak ekosistem, berzina, dsb. Tapi di beberapa gunung, khususnya di Indonesia, ada hal-hal unik dan menarik tentang mitos dan pantangan saat mendaki gunung tersebut yang tidak ditemui saat mendaki gunung lain. Apa saja itu? Silahkan membaca :)

1. Gunung Agung (Bali, 3142 m dpl)

Gunung Agung, Bali

Para Pendaki dilarang membawa daging sapi dalam bentuk apa pun (kornet, sosis, dendeng, dll), dilarang juga membawa asesoris yang terbuat dari kulit sapi (dompet, tas, dll), karena sapi merupakan hewan yang di"suci"kan oleh masyarakat Bali.

Dilarang melakukan pendakian saat sedang dilakukan upacara keagamaan. Upacara keagamaan disini salah satunya adalah dengan sesaji kerbau yang diceburkan ke dalam kawah melewati Jalur Selatan. Saat sedang dilakukan upacara keagamaan pun kawasan hutan di gunung ini akan penuh oleh orang-orang yang sedang melakukan ritual, sehingga sulit mendapat tempat untuk membuat camp, atau mungkin tidak akan bisa membuat camp.

Bagi masyarakat Bali, Gunung Agung merupakan gunung yang paling keramat. Gunung ini dipercaya sebagai tempat kediaman dewa, yaitu Dewa Batara Gunung Agung, yang diidentifikasi sebagai Mahadewa. Gunung lain yang juga dikeramatkan meliputi Gunung Batur, Gunung Batukao, dan Gunung Abang.

2. Gunung Lawu (Jawa Tengah, 3265 m dpl)
Gunung Lawu


Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air dan belerang.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit, yakni Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran, yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, pemakaman untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Gunung Lawu menyimpan sejumlah teka-teki yang hingga kini masih menjadi misteri, terutama pada tiga puncak utamanya yang menjadi tempat penuh mitos bagi masyarakat Jawa. Puncak Hargo Dalem diyakini sebagai tempat pemusnahan diri Raja Majapahit Prabu Brawijaya Pamungkas. Sementara, Harga Dumilah merupakan lokasi penuh misteri yang menjadi tempat olah batin dan bersemedi.

Gunung Lawu disebut-sebut sebagai pusat kegiatan spiritual di Tanah jawa, yang bertalian erat dengan budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta. Tak heran, setiap orang yang hendak melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu harus memahami dan mematuhi segala larangan. Jika melanggar, maka orang tersebut diyakini akan celaka saat mendaki Gunung Lawu.

3. Gunung Merapi, Yogyakarta 

Gunung Merapi

Gunung ini menyimpan banyak kisah dan legenda. Gunung Merapi juga dipercaya sebagai tempat keraton makhluk halus. Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram memperoleh kemenangan dalam perang melawan kerajaan Pajang dengan bantuan penguasa Merapi. Gunung Merapi meletus hingga menewaskan pasukan tentara Pajang, sisanya lari pontang-panting ketakutan. Penduduk yakin bahwa Gunung Merapi selain dihuni oleh manusia juga dihuni oleh makhluk- makhluk lainnya yang mereka sebut sebagai bangsa alus atau makhluk halus.

Tempat-tempat yang paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.















edit

Navigasi Darat

Bagi mereka yang hobi berkegiatan di alam bebas pasti mengetahui apa itu Navigasi Darat. Banyak orang yang suka mendaki gunung, tapi tidak banyak orang yang menguasai navigasi darat, ya, memang cukup sulit karena navigasi darat ini adalah ilmu praktis. Secara teori mungkin mudah untuk mempelajarinya, tapi percuma saja jika kita tidak pernah berlatih mengaplikasikannya.

Navigasi ini sendiri bukan ilmu yang baru berkembang di zaman sekarang, melainkan sudah ada sejak zaman nenek moyang kita. Sebagai contoh, nenek moyang kita yang dulu pergi berburu binatang ke dalam hutan untuk dijadikan makanan, lalu mereka bisa kembali lagi ke tempat tinggalnya. Apa mereka bisa kembali ke tempatnya karena keberuntungan? Tidak, mereka sudah memiliki pengetahuan navigasi.

Lalu apa itu navigasi? Navigasi adalah ilmu / kemampuan untuk menentukan kedudukan sendiri atau orang lain serta menentukan lintasan yang dilalui untuk menuju suatu lokasi. Navigasi sendiri terbagi lagi menjadi bermacam-macam, ada navigasi darat, navigasi laut, dll.

Alat-alat yang diperlukan dalam melakukan navigasi darat antara lain: Peta, kompas, alat tulis, altimer, GPS

1. Peta

Peta adalah penggambaran dua dimensi dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu pada suatu bidang datar.

Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 143 tahun 1974, jenis peta terdiri dari :
  • Peta Kelas Hutan skala 1 : 25.000
  • Peta Bonita skala 1 : 25.000
  • Peta Baku skala 1 : 10.000
  • Peta Perusahaan skala 1 : 10.000
  • Peta Letak Hutan skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Kelas Perusahaan skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Resort Polisi Hutan skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Tanah/Hujan BOERAMA skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Hujan Dr. FERGUSON skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Geologi skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Jalan Angkutan skala 1 : 100.000/1 : 200.000
  • Peta Detail Tinjau Tanah skala 1 : 5.000/1 : 10.000
Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :

  • Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
  • Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
  • Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
  • Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.
  • Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
  • Legenda peta ; adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.

Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.

Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.

Koordinat

Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :
  1. Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) ; Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30"), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60").
  2. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) ; Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).
Analisa Peta

Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

  1. Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
  2. Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :
    • Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan
    • Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah
    • Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah
    • Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.
    • Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:

    1. Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.
    2. Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
    3. Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
    4. Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
    5. Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
    6. Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
    7. Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk
    8. Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan
2. Kompas

Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara-selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :
  • Badan, tempat komponen lainnya berada
  • Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.
  • Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.
Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.
Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat.

3. Alat  Tulis

Alat tulis ini adalah hal yang harus dibawa saat melakukan navigasi, fungsinya adalah untuk mencatat hal-hal penting seperti koordinat atau juga lintasan yang dilalui. Alat tulis yang disarankan untuk dibawa antara lain:
  • Pensil / pulpen (Pulpen 4 warna lebih baik)
  • Papan dada
  • Buku catatan
  • Protaktor
  • Rummer
  • Busur
  • dll
4. Altimeter
Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Biasanya alat ini digunakan untuk keperluan navigasi dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian.
Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip.
  • tekanan udara (yang paling umum digunakan)
  • Magnet bumi (dengan sudut inklinasi)
  • Gelombang (ultra sonic maupun infra merah, dan lainnya)
Penggunaan Altimeter umumnya selalu diikuti dengan penggunaan kompas.

5. Alat GPS

GPS adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang radio ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak,
kecepatan, arah, dan waktu.

Sekarang sudah banyak alat yang bisa menggunakan sistem GPS, seperti Handphone, jam, bahkan kamera pun ada yang sudah bisa menggunakan sistem ini.


Walaupun sudah banyak alat yang bisa membantu kita dalam melakukan navigasi darat, tetapi kita tetap harus mengetahui dan menguasai dasar-dasar dalam ilmu navigasi ini. Ingat juga, dalam melakukan navigasi harus tenang, jangan panik, juga harus teliti.


referensi:

http://hippalas.blogspot.com/2012/11/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html

http://www.kphkuningan.perumperhutani.com/index.php?option=com_content&view=article&id=133:navigasi-darat&catid=41:siaran-berita&Itemid=242

http://lawalataipb.org/materi-thab/navigasi-darat/

id.wikipedia.org

edit

Pegunungan Malabar

Semua sudah tahu, Bandungku selalu dikelilingi para gunung dari mana pun kita melihat.
Ini bukan lah Ciremai, tidak terlalu tinggi kok, 2343 meter di atas permukaan laut.
Namanya Malabar, gunung ini bertugas menjaga Bandung dari sisi selatan.
Tidak kalah tangguh kok :) 






edit

My First Macro Photography

Macro Photography, apaan itu? Mungkin masih banyak yang belum tau tentang ini. Saya pun termasuk golongan orang yang baru tau tentang ini hehe. Berawal dari hobi saya potret memotret (terutama memotret benda atau makhluk kecil), akhirnya seorang teman saya memberi tau kalau hasil jepretan saya itu termasuk Macro Photography. Nah, dari sinilah pada akhirnya saya mempelajari dan mencari tau lebih banyak tentang Macro Photography. Dari mulai buku sampai di internet saya nyoba nyari tentang hal ini dan dapat saya simpulkan bahwa:

"Macro photography adalah seni pengambilan foto secara close up yang sangat detail sehingga mendapatkan hasil gambar yang sangat detail, yang jika kita melihat dengan mata pun kita tidak memperoleh gambar sedetail itu."

Ada lensa khusus yang digunakan oleh para fotografer profesional untuk Macro Photography, namanya Macro Lens, hasilnya jepretannya keren! Tapi harganya ga keren :(

Mungkin untuk lebih mengetahui seperti apa itu Macro Photography, saya share saja hasil jepret-jepret amatiran saya (Nikon d3100, lensa bawaan 18-55), silahkan menikmati, kalau ada yang lebih tau tentang Macro Photography, mari berbagi :)