Papandayan, Pesona Ketinggian Kota Intan
edit

Papandayan, Pesona Ketinggian Kota Intan

Garut Sang Kota Intan,
Bukan tentang dodol dan semua jenis makanan,
Bukan tentang domba garut dan semua peliharaan,
Ini tentang keindahan,
Keindahan tersembunyi diatas ketinggian,
Panggil saja Gunung Papandayan.

Ya, tidak jauh dari pusat kota Garut, mungkin sekitar 1-2 jam, ada sebuah gunung yang juga merupakan tempat wisata terkenal bernama Gunung Papandayan. Terletak di daerah Cisurupan, kita bisa menuju kesana menggunakan minibus. Tidak begitu mahal, kita turun tepat di gerbang masuknya, dari sana kita bisa menggunakan pick-up (colt terbuka) untuk sampai ke pos pertama pendakian.

Ketinggian gunung ini diperkirakan sekitar 2.665 mdpl. Untuk mencapai puncaknya jalan yang harus dilalui adalah jalan coral dan batuan, tidak banyak vegetasi, memang gunung ini termasuk gunung berapi yang masih aktif. Waktu yang diperlukan untuk sampai puncak adalah sekitar 3-4 jam.

Walaupun gersang, ada banyak pemandangan indah yang cocok bagi mereka yang menyukai fotografi, sebelum mencapai puncak pendaki akan melalui kawah, atau pun sungai yang tidak begitu deras. Selain itu, ada juga sebuah tempat indah yang dikenal sebagai hutan mati, ada banyak pohon yang kering dan mati karena tidak mendapat asupan air dan suhu di daerah itu pun panas serta gersang.

Waktu tempuh dari hutan mati menuju puncak ini sekitar 1 jam perjalanan. Namun puncak gunung ini tidak bisa digunakan sebagai tempat camp, untuk mendirikan tenda ada sebuah tempat khusus yang juga tak kalah indahnya, tempat itu adalah Pondok Saladah, sekitar 30 menit dari Hutan mati. Di pondok saladah ini bisa ditemukan banyak tanaman eidelweiss yang mengelilingi pondok ini.

Untuk turun menuju pos awal ada jalur lain yang berbeda dengan jalur pendakian. Di perjalanan turun bisa ditemukan sebuah air terjun kecil dengan sungainya yang tidak begitu deras. Waktu yang dibutuhkan untuk turun sampai ke pos 1 adalah sekitar 2 jam perjalanan.

Di pos 1 sendiri kita bisa istirahat karena terdapat banyak warung, serta bagi pendaki yang ingin membeli souvenir atau kenang-kenangan dari Gunung Papandayan pun ada disini. Dari pos 1 ini kita perlu menaiki mobil bak terbuka lagi untuk sampai ke jalan raya Cisurupan.

Gunung Perawan dari Bandung
edit

Gunung Perawan dari Bandung

Jangan berfikir negatif dulu! Apalagi nyampe mikir mesum! Gunung perawan disini bukan seperti gunung yang ada di otak kalian, tapi memang gunung asli yang bisa dibilang masih perawan, karena memang, gunung ini begitu indah, masih jarang dijamah oleh manusia, dan bahkan tidak banyak orang yang tau tentang gunung ini.

Langsung aja, mau tau gunung apa yang dimaksud kan? Jeng...jeng...jeng.... Dan nama gunung ini adalah....

GUNUNG RAKUTAK!

Whaaat?? Rakutaaak??? Mungkin namanya terdengar begitu lucu, ya minimal bisa bikin kalian tersenyum lah.. Walaupun sedikit :)

pemandangan dari atas Gunung Rakutak


Nama asli dari Gunung ini memang Gunung Rakutak, tanpa rekayasa ataupun manipulasi. Namanya terdengar culun.... Tapi jika kau sudah mendaki ke puncaknya.... Kau akan memohon ampun, karena sudah berfikir kalau nama gunung ini begitu culun!

Read More....
Solidaritas Backpacker!
edit

Solidaritas Backpacker!

Hampir satu jam sudah kaki saya bergetar menahan rasa pegal, berdiri diatas kereta dengan rasa lapar dan dahaga yang kian tak tertahankan. Malam ini saya sedang berada diatas Kereta Api Malabar yang hendak menuju Jogjakarta, sebuah kota cantik yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bersama enam orang teman lainnya, kami nekad melakukan sebuah perjalanan yang kini orang-orang kenal sebagai backpackeran.

Perkenalkan, kami adalah sekumpulan siswa kelas dua Sekolah Menengah Atas dengan rasa penasaran dan jiwa petualang yang tak berbatas. Kami menyebut diri kami sebagai UBLAG yang merupakan singkatan dari Ujung Berung Land Adventurer Genk. Kebetulan kami sekolah di SMAN 24 Bandung, sebuah sekolah kecil yang terletak di Jalan Ujung Berung, Bandung.

Pada hari ini sampai seminggu ke depan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diliburkan. Para siswa kelas tiga saat itu sedang menjalani sebuah ujian wajib bernama Ujian Nasional. Sebagai bentuk solidaritas kami sebagai adik kelas, kami pun ikut melakukan ujian yang bernama Ujian Nasionalisme, dimana kami wajib menunjukkan rasa nasionalisme kami. Cara kami untuk menunjukkan rasa nasionalisme kami itu adalah dengan berjalan-jalan untuk mengenal lebih jauh negeri kami, Indonesia!

Read More....
Ciremai, Si Cantik yang Mistik
edit

Ciremai, Si Cantik yang Mistik

Sore mereka terbuat dari rasa harap harap cemas menunggu elf menuju Majalengka. Saksi bisu kecemasan mereka adalah rumah makan padang tempat mereka menunggu, jika rumah makan itu tidak bisu, dia pasti sudah tertawa terbahak melihat mereka. Tingkah mereka sudah tak karuan! Ada yang ngelamun, ngemil, tidur, hujan-hujanan, bahkan ada yang sampai godain orang. Mereka disini adalah enam orang anggota Unit Kenal Lingkungan (UKL) dan satu lagi adalah bukan, jadi mereka adalah tujuh. Kalau mau tau, tujuh orang tersebut bernama Didan, Rizqa, Iwa, Bill, Gandi, Rega, dan Ventus.

Oh iya lupa bilang, mereka ini hendak menuju ke Gunung Ciremai. Secara administratif Gunung ini terletak diantara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Majalengka. Ketinggian 3.078 meter diatas permukaan laut menjadikan gunung ini sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Tujuan mereka ke Gunung Ciremai ini adalah untuk sebagai persiapan mereka ke Gunung Tambora, untuk latihan fisik, latihan navigasi darat, dan mengenal gunung tipe stratovolcano.

"Stratovolcano, juga dikenal sebagai gunung berapi komposit, ialah pegunungan (gunung berapi) yang tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras" - Om Wikipedia

Setelah sekitar satu jam menunggu, sekitar maghrib, akhirnya elf yang mereka tunggu pun datang juga. Mereka teriak kegirangan, sampai mereka sadar bahwa elf tersebut sudah penuh. Mereka sadar kalau mereka ada tujuh orang. tapi mereka juga sadar, susah untuk mendapat elf yang menuju ke Terminal Maja di Majalengka. Mereka kebingungan, ada elf galau, ga ada elf apalagi, tapi knek (kondektur) elf ini tidak tinggal diam. Dia bergegas melobi kami dan meyakinkan kami bahwa elf itu masih muat untuk tujuh orang. Yaa, apa boleh  buat mereka bertujuh pun mencoba dulu.

"Bu geseran ke sebelah sana sedikit lagi" ,"Pa itu kursinya bisa buat empat orang" ... ya, begitulah kira-kira knek itu memperjuangkan mereka (lebih tepatnya memperjuangkan ongkos-ongkos dan uang yang akan diterima dari mereka) Hampir 10 menit knek itu mengatur strategi dan formasi agar elf itu bisa menampung para pendaki itu.

Beginilah kira-kira formasinya:

- Rega : duduk di depan bersama tiga orang lainnya (jadi di depan elf itu ada empat orang termasuk supir)

- Iwa dan Rizqa : berdiri deket knek di lawang pintu elf

- Bill : duduk berdesakan di deket pintu

- Didan : duduk di antara nenek-nenek dan orang gendut yang pelit berbagi kursi (bisa dibilang sih jongkok)

- Gandi dan Ventus : duduk di atas elf bersama carriel-carriel mereka yang diikat di atas elf


Menyedihkan memang, mereka harus tetap dalam kondisi seperti itu sampai beberapa jam ke depan. Saat ada penumpang yang turun adalah saat-saat yang membahagiakan bagi mereka. Satu persatu penumpang pun turun, sampai akhirnya mereka bertujuh bisa duduk nyaman di dalam elf itu. Melelahkan, mereka pun ngemil dan sesekali tidur sampai akhirnya elf sampai di Terminal Maja jam 20.50 WIB, hampir tiga jam mereka di elf itu.

Turun dari elf itu adalah surga tersendiri bagi mereka, mereka pun melakukan stretching untuk memulihkan otot-otot mereka yang pasti tersiksa selama perjalanan di ellf, dilanjut dengan makan disebuah tempat makan sederhana berbentuk seperti angkringan. Mereka makan seperti orang yang baru beres survival berhari-hari di tengah hutan, rakus! Pedahal mulai mendaki aja belum.

Malam itu mereka habiskan dengan bersantai ria diselipi sedikit briefing dan persiapan untuk pendakian ke Gunung Ciremai esok pagi. Oh iya, mereka beristirahat di sebuah Mushola dengan ukuran sekitar  4 x 4 meter, yang dilengkapi WC yang kurang bersih, bukan masalah sih. Walaupun mereka tau mereka harus bangun besok pagi, tapi tetap saja mereka begadang, ya tapi begadang mereka itu ada gunanya, sepanjang malam mereka memasak, menyiapkan peta, dan juga membagi jadwal piket untuk jaga barang di malam hari.   Mereka bergantian piket setiap dua jam sekali, dan kalau dihitung-hitung setiap orang hanya  jatah tidur sekitar empat jam. Lumayanlah ~
Read More....
Stupid Backpacker (Edisi Jogja)
edit

Stupid Backpacker (Edisi Jogja)

Stasiun kereta api lagi. Stasiun Kereta Api Bandung tepatnya. Mereka sudah disana sejak pukul 17.27 WIB (Waktu Indonesia Barudak). Mereka disini mengarah pada tiga orang pemuda yang sudah bersahabat dari masa SMA; Didan, Dicky, dan Qibul. Katanya sih pada mau ke Jogja, backpackeran. Tapi masa backpackeranya pake kereta bisnis sih, mahal, harganya empat kali lipat harga tiket kereta ekonomi. Pfft. Suruh siapa ngedadak sih. Hobi banget ngedadak. Masa besoknya mau berangkat, eh sore nya baru beli tiket. Tapi gak apa apa lah, prinsip mereka kan "waktu buat bisa maen bareng lebih susah dicari daripada uang". (Ah, nyari uang apaan, orang pada minta ke orang tua nya).

Ada waktu sekitar tiga jam untuk menunggu kereta datang menjemput mereka dan orang-orang yang mempunyai karcis yang sama dengan mereka, masih lama. Oh iya, mereka pergi ke stasiun diantar oleh supir pribadi mereka, Aris. Dia tadinya mau ikut, tapi karena ada job nyupir lain, jadi aja gak ikut. Mereka memulai petualangan mereka dengan belanja di mini market di dalem stasiun, dilanjut dengan makan di rumah makan padang deket stasiun. Ah, perut terus yang mereka urusin, mungkin karena ada siluman perut disitu, si Qibul.

Suasana saat itu sungguh riang gembira, adil dan makmur, juga nyaman serta tenteram, rasa-rasa nya bau nasi kucing sudah menggerayangi mereka. Namun ke-riang gembira, adil dan makmur, juga nyaman serta tenteram-an itu pun tiba-tiba sirna saat sebuah panggilan masuk ke dalam handphone Qibul. Ternyata itu panggilan dari pacarnya!

Qibul mulai menjauh dari teman-temannya, mencari tempat yang lebih hening untuk mengobrol, lama, Qibul ga balik-balik lagi. Temannya yang lain pun mencari Qibul karena penasaran. Muka Qibul nampak tegang, memerah, dan keringat dingin. Kelihatanya sih dia lagi berantem sama pacarnya, ternyata emang iya lagi berantem. Kasian, badan besar memang tidak menjamin seseorang itu tangguh, seperti Qibul, terlihat tangguh pedahal mah rapuh. Uuuuhh.

Sudah hampir setengah jam Qibul ngegumel di handphone nya, belum juga beres juga, Didan pun datang menghampiri. Didan menyuruh Qibul shalat dulu, panggilan diambil alih oleh Didan. Tapi taunya Didan yang mencoba menenangkan malah ikut dimarahi pacarnya Qibul, gimana ga kesel meureun ya. Teleponnya ga mau ditutup sama pacarnya Qibul, udah aja Didan puterin lagunya Last Child yang judulnya Pedih ke pacarnya Qibul lewat telpon, niatnya sih biar tenang dulu, itung-itung nada tunggu lah. Eh, taunya tambah marah pemirsaaa!!

Telepon pun kembali diambil alih oleh Qibul, setelah Shalat muka Qibul nampak lebih terang, seterang lampu OSRAM (yang bintang iklannya itu Drakula hihi). Setelah sekian lama komat kamit di telepon lagi akhirnya Qibul beres juga teteleponanya. Yang lain pun penasaran dengan apa yang terjadi diantara Qibul dan pacarnya. Ternyata Qibul lupa kalau hari itu dia punya janji buat ketemu sama pacarnya itu, ah dasar, ternyata badan besar juga tidak menjamin ingatan kuat. Tapi gak apa-apa untungnya, perjalanan  ke Jogja pun tetep jadi.

Jarum pendek jam pun sudah berada ditengah angka 8 dan 7. Ini berarti sebentar lagi kereta akan datang menjemput mereka. Mereka akhirnya masuk ke ruang tunggu stasiun, takut ditinggalin kayanya. Tapi sebelum masuk, mereka belanja makanan lagi, dasar. Akhirnya setelah beberapa lama menunggu, kereta pun datang. Mereka naik kereta dengan tertib dan lancar, tidak seperti di film 5 cm, yang sampai si gendutnya harus lari-lari dulu buat ngejar kereta yang udah maju. Yang paling gendut diantara mereka itu adalah si Qibul, kebayang aja kalau si Qibul yang ngejar ngejar keretanya kaya si Ian di film 5 cm. Untungnya waktu itu mereka belum tau tentang 5 cm, jadi intinya ini ga penting.

Petualangan pun dimulai. Tidak ada hal yang benar-benar seru atau pun menarik selama di kereta bisnis. Yang menarik hanya satu, si Kondektur yang 'menarik', menarik karcis kereta dari para penumpang. Fyuuh. Selama di kereta itu, mereka hanya diam, ketawa-ketawa, dan bergeje ria, tapi lebih banyaknya sih tidur. Qibul juga kelihatannya masih galau, mungkin karena dua hal, mikirin pacarnya atau mikirin perutnya yang laper.

Setelah lebih kurang delapan jam duduk, akhirnya mereka sampai juga di Stasiun Tugu, Jogjakarta...

Hari ke-1 di Jogja

Turun dari kereta, mereka langsung melakukan ritual yang sudah umum dilakukan orang-orang saat turun dari kereta, ke toilet. Ditambah sedikit peregangan otot-otot yang kebanyakan disfungsi selama di kereta. Ternyata, hari masih subuh. Oh iya, ini kan kereta bisnis, bukan ekonomi, jadi datengnya sesuai jadwal, ga kaya ekonomi yang suka nunggu kereta lain. Pada akhirnya mereka mencari mesjid dulu buat ngecas sekalian Shalat, eh kebalik, buat Shalat sekalian ngecas.
Read More....
Pengibaran "Sang Saka" di Puncak Cikuray
edit

Pengibaran "Sang Saka" di Puncak Cikuray

Cerita ini adalah cerita based on a true story dari tiga orang pemuda haus cinta ketinggian asal Bandung, lebih spesifiknya lagi SMAN 24 Bandung, sebut saja mereka Didan, Dicky, dan Toro. Tapi sebelum masuk ke inti cerita, kita baca dulu biografi super singkat mereka....

Didan
Bercita-cita kuliah di Jurusan Pertambangan dan sekarang sedang berkuliah di Jurusan Peternakan (nah loh?). Hobi mendaki hati gunung, di kampusnya aktif berorganisasi. Dia juga mengikuti sebuah organisasi pecinta alam, tetapi daripada disebut 'pecinta alam', dia lebih senang disebut 'penikmat alam', karena nama pacarnya bukan alam (nah loh lagi?)

Dicky
Bercita-cita kuliah di ITB dan sekarang sedang melanjutkan kuliah di IT-nas (ga beda jauh lah ya haha). Baru sekali mendaki gunung, tapi itu juga langsung ke Gunung Lawu di Jatim. Dia punya dua misi utama dalam petualangan ini: 1. Ngetes carriel barunya ; 2. Mau ngucapin happy birthday buat pacarnya di atas puncak gunung. Bisa dibilang so-sweet sih, tapi lebih pantes dibilang so-banget.

Toro
Kuliah di UPI (Universitas Pendakian Pendidikan Indonesia). Motto hidupnya adalah "jangan sampai kuliah mengganggu main", karena yang dia ceritakan selama kuliah sih kebanyakan tentang mainnya, main ke pantai ini lah... naik ke gunung itu lah.... ya pokonya mah main lah. Oh iya, pengalaman pendakian Toro adalah yang paling banyak diantara mereka bertiga.

Oke cukup sekian dulu biografi super singkatnya, langsung aja kita ke ceritanya....

Jadi kisah ini dimulai saat negara api kejenuhan mulai menyerang mereka bertiga. Entah kenapa dan entah siapa yang memulai tiba-tiba terpikir oleh mereka untuk mendaki gunung, biasa aja sih, tapi ceritanya ini tuh lagi bulan puasa, ngedadak juga, ya maklumlah pemuda. Tadinya Didan ingin melakukan petualangan ke Bromo, disana lagi mau ada ritual Yadnya Kasada, tapi ternyata gajadi karena masalah perizinan dan perdompetan, mulailah dia mencari pelampiasan. Pada awalnya Gunung Papandayan menjadi target pelampiasannya, dan pada akhirnya Gunung Cikuray lah yang beruntung menjadi objek pelampiasan mereka.

Sekilas Info: Gunung Cikuray adalah gunung tertinggi di Garut, dan tertinggi keempat di Jawa Barat, ketinggiannya 2818 mdpl.
Singkat cerita perjalanan pun dimulai, tadinya Didan hanya akan pergi berdua bersama Dicky, tapi karena beberapa alasan (intinya sih takut sisi kehomoan Dicky kambuh), akhirnya kita pergi bertiga, ditambah Faizal a.k.a Toro. Titik Equilibrium kita adalah di Pom Bensin Al-Masoem di Cikalang, Cileunyi. Sekilas info lagi, persiapan pada waktu itu bisa dibilang masih 87,89364 % lah, tinggal beli makanan buat safety food. Perlengkapan ransum ini kita lengkapi di perjalanan, istilah kerenya sih completing by doing (kepepet). Kita berangkat ditemani dua motor peliharaan Didan dan Dicky. Oh iya, di jalan juga kita tidak lupa membeli bendera Merah Putih buat dikibarin di puncaknya gitu (biar keren ceritanya mah).

Setelah sekitar dua jam di perjalanan, kita pun sampai di Kecamatan Cilawu, disini ada desa terakhir sebelum naik ke Gunung Cikuray yaitu Desa Dayeuhmanggung. Jalur via Cilawu ini juga merupakan jalur teraman dan paling umum dilalui pendaki, dibandingkan dua jalur lainnya; Cikajang dan Bayongbong. Dari desa itu kita terus melanjutkan perjalanan dengan motor sekitar satu jam sampai akhirnya sampai di Stasiun Pemancar TV. Jalurnya koral, licin dan cukup terjal. Jangan heran kalau kalian disini ada yang jatuh.
Read More....
Bandung, Barcelona van Java
edit

Bandung, Barcelona van Java



Buat kalian yang suka nonton bola, khususnya  para Bobotoh dan Cules, pasti langsung ngeuh kalau liat gambar diatas. Yap, gambar itu adalah gambar hasil perpaduan lambang tim Barcelona dan Persib Bandung, nah loh? lalu apa hubungan nya?

Jadi gini gan, di artikel ini saya mau membahas tentang kemiripan-kemiripan antara Bandung dan Barcelona, yaaaaaa walaupun secara tata kota dan kesejahteraan masyarakatnya masih jauh beda sih.

Bandung misalnya, dari dulu selalu melahirkan tokoh-tokoh besar nasional. Soekarno, Natsir, Habibie, AH. Nasution, Oto Iskandar Dinata —– untuk menyebut beberapa—– lahir dari “Panggung Bandung”.   Bandung itu bagaikan Barcelona. Dalam catatan sejarahnya, Barcelona dikenal selalu berani berbeda pendapat dengan Madrid, ibukota Spanyol. Barcelona selalu berani melawan Madrid bila kebijakan ibukota Spanyol itu bertentangan dengan kepentingan umum.
 
Begitu pun dalam sepak bola, Persib Bandung adalah musuh bebuyutan tim asal ibu kota, Persija Jakarta. Hal ini tidak jauh beda dengan FC Barcelona yang juga menjadi musuh bebuyutan tim asal ibu kota Spanyol, Real Madrid. (Yaa kalau masalah skill mah jangan dibandingin lah...)

Selain dalam hal politik dan sepak bola, masih ada kesamaan antara Bandung dan Barcelona, yaitu dalam hal pariwisata. Kedua kota ini merupakan tujuan para wisatawan baik lokal mau pun asing. Keindahan alam dan arsitektur bangunan dart kedua kota ini sangat memanjakan mata para wisatawan. Namun dalam pengelolaan dan tata letak kota, tentunya Bandung masih harus belajar dari Barcelona.

Tata kota Bandung

Bandung, terlihat sangat padat

Tata Kota Barcelona

sangat rapih, seperti main game

Wooooow, dalam hal tata kota ini semua orang pasti setuju kalau Bandung masih sangat jauh dengan Barcelona. Kota Bandung terlihat sangat padat dengan kesenjangan sosial yang begitu jelas, berbeda dengan Barcelona, siapa pun yang melihat pasti kagum akan tata kota yang rapi dan indah ini.

Semoga suatu hari Bandung bisa menjadi seperti ini, Barcelona van Java :)
10 Gunung Meja di Dunia
edit

10 Gunung Meja di Dunia

Gunung meja menurut para ahli geologi terbentuk sekitar 2 milliar tahun yang lalu. Karena letaknya yang terisolasi jauh di dalam hutan Venezuela, mereka memiliki aneka tanaman unik dan hewan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Sebuah fenomena alam yang tidak terbantahkan keberadaannya, disamping gunung - gunung yang kita ketahui selama ini. Dan berikut ini 10 Gunung Meja Di Dunia.

1. Table Mountain


Menghadap kota Cape Town, Tabel Mountain adalah yang paling terkenal dari  pegunungan meja terbaik di dunia. Fitur utama adalah tingkat dataran tinggi sekitar 3 kilometer ( 2 mil ) dari sisi ke sisi, dikelilingi oleh tebing curam. Titik tertinggi di Table Mountain adalah 1.086 meter ( 3.563 kaki ) di atas permukaan laut. Ada cable way yang mengantar penumpang ke puncak gunung dengan pemandangan menghadap Cape Town dan Table Bay di utara, dan daerah pesisir Atlantik di barat dan selatan. António de Saldanha adalah orang Eropa pertama yang mendarat di Tabel Bay. Ia menaiki gunung perkasa di 1503 dan menamakannya "Gunung Table '.

2. Mount Roraima

Gunung Roraima adalah tertinggi ( 2.772 m / 9094 ft ) dan paling terkenal di Tepui Venezuela. Karena gunung benar - benar terisolasi dari hutan tanah hampir sepertiga dari spesies tanaman hidup di Roraima berevolusi dan unik untuk dataran tinggi. Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. Ini menggambarkan pendakian gunung Roraima - seperti oleh sebuah ekspedisi untuk mencari tanaman prasejarah dan dinosaurus yang di yakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun dipuncak gunung.

3. Auyantepui

Auyantepui yang mana mempunyai arti “gunung Setan” dalam bahasa asli orang Pemon.adalah Tepui paling banyak dikunjungi di Venezuela. air terjun tertinggi di dunia, Angel Falls, turun dari celah dekat puncak Auyantepui. pemberian nama tersebut setelah setelah jatuhnya pilot Jimmie Angel yang secara tidak sengaja ditemukan jatuh pada tahun 1933. Selama perjalanan kembali pada tahun 1937, Angel pesawat kecilnya jatuh di atas Auyantepui. Ini membawanya dan krunya 11 hari untuk turun gunung.

4. Canyonlands

Cany Canyonlands di Utah timur Taman Nasional dengan pemandangan yang warna - warni terkikis menjadi tak terhitung jumlahnya, meja ngarai dan Buttes oleh Colorado dan Green River. Sungai - sungai membagi taman di beberapa kabupaten. Satu kabupaten, The Island in the Sky, fitur meja luas dan tingkat dengan pemandangan yang menakjubkan di atas negara sekitarnya.

5. Debra Damo

Debra Damo di Ethiopia utara adalah nama sebuah gunung datar dan sebuah biara abad ke - 6 yang terletak di atas. Biara, hanya dapat diakses oleh tali sebuah tebing terjal, dikenal dengan koleksi manuskrip, dan memiliki gedung gereja yang paling awal yang ada di Ethiopia masih dalam gaya aslinya. Tradisi mengklaim biara didirikan pada abad keenam oleh seorang pendeta Suriah.

6. Heroubreio

Terletak di Dataran Tinggi Islandia, Heroubreio adalah gunung api, datar curam - sisi yang terbentuk setelah lava meletus melalui gletser tebal. Semacam puncak gunung datar disebut sebuah Tuya. Karena sisi gunung yang curam dan tidak stabil, yang pendakian pertama tahun 1908 meskipun berabad - abad diketahui keberadaannya.

7. Kukenan

Kukenan dengan tinggi 2.680 meter ( 8.793 kaki ) dan lebar sekitar 3 km ( 1.9 mil ) Tepui. Hal ini terletak di dekat Gunung Tepui lebih terkenal Roraima. Kukenan lebih sulit untuk naik, jadi naik jauh lebih jarang daripada Gunung Roraima. Cuquenan Falls,air terjun tertinggi kedua di dunia, terletak di ujung selatan Tepui tersebut.

8. Mount Asgard

Gunung Asgard adalah gunung memuncak kembar dengan dua menara datar batuan silindris, dipisahkan oleh pelana. Hal ini terletak di Taman Nasional Auyuittuq di Pulau Baffin dan mungkin yang paling terkenal dari Pegunungan Baffin. Puncak ini dinamai Asgard, dunia para dewa dalam mitologi Nordik. Pada tahun 1976, stuntman Rick Sylvester melakukan BASE melompat dari gunung untuk urutan pembukaan film James Bond The Spy Who Loved Me, meskipun pengaturan fiksi adalah Alpen Austria.

9. Brown Bluff

Terletak di ujung utara Semenanjung Antartika, Brown Bluff adalah es tertutup, datar diatapi 745 meter ( 2.444 kaki ) gunung berapi tinggi dengan tebing terkemuka warna coklat kemerahan. Ini pantai di depan Brown Bluff adalah rumah bagi ribuan penguin Adelie dan Gentoo.

10. Mount Conner

Gunung Conner adalah sebuah gunung datar dan berbentuk tapal kuda. Hal ini sering disamakan dengan Uluru, karena dapat dilihat dari jalan ke Uluru dan Kata Tjuta, ketika mendekati dari Alice Springs. Wilayah Aborigin, yang menyebut gunung Artilla, mereka percaya bahwa gunung tersebut menjadi rumah icemen yang membuat cuaca dingin. 
Sungguh tak ada satu pun yang mampu menandingi kuasa-Nya :)
 sumber: