edit

Edelweiss, Oh, Edelweiss

Edelweiss, bagi mereka yang suka mendaki pasti sudah tidak asing dengan bunga ini. "Lambang Cinta Abadi", begitulah orang-orang menjulukinya. Hanya bisa kita temui di tempat-tempat dengan ketinggian diatas 2000 mdpl. Banyak pendaki yang mendaki gunung lalu memetik bunga ini untuk dikoleksi atau diberikan pada orang yang dikasihinya, tanpa sadar mereka sudah melupakan salah satu kode etik saat mendaki, "Dilarang membawa apa pun kecuali gambar". Malang sungguh nasib bunga ini, kehidupannya dirusak oleh mereka yang mengecap dirinya sebagai "Pecinta Alam", pedahal mereka tidak peduli dengan nasib alam.

Oh iya, Edelweiss berasal dari bahasa Jerman, Edel berarti mulia, dan Weiss berarti putih, bunga putih yang melambangkan kemuliaan. Selama Perang Dunia II tentara Jerman dari Divisi Infanteri Gebirgsj├Ąger Alpine digunakan untuk mendaki gunung untuk mengumpulkan sebuah bunga Edelweiss sehingga bahwa mereka bisa memakainya di seragam mereka. 

Keistimewaan lainnya juga, Edelweiss merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus, sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Edelweiss yang hidup di Indonesia kebanyakan berjenis Edelweis Jawa (Anaphis Javanicus) adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m.

Yah memang begitulah hukum alam, semakin indah sesuatu, semakin banyak yang ingin merusaknya. Semoga kita tidak menjadi bagian dari mereka yang senantiasa mengecap dirinya sebagai pecinta alam tapi tidak peduli dengan nasib alam. Amin :D 

 
  

No comments

Post a Comment